Dimanakah letak ketenangan hati itu ?

a.letak ketenangan hati adalah di hati setiap manusia itu sendiri,
b.hati dipengaruhi oleh pikiran, maka kalau pikiran manusia tidak tenang, hati jadi gundah gulana
c. pikiran akan tenang apabila kita pasrah kepada ALLAH atas segala sesuatu yang terjadi pada kita, dan optimis       mengharap keridho an Allah atas apa yang telah kita perbuat
d. kita sendiri yang mengolah pikiran, dan akan bermuara pada ketenangan hati.

letak ketengan batin itu mengingat Allah dengan melakukan dzikir ( diucapkan tapi tidak bersuara ) karena Allah menginginkan langsung dari hambaNya

Firman Allah dalam surah Ar-Ra’d ayat 28   ألا بذكر الله تطمعن القلوب yang artinya: Ketahuilah, dengan berdzikir kepada Allah jiwa (hati) menjadi tenang, damai (tenteram).

ketenangan itu ada di jiwa kita sendiri
jiwa yang rapuh mencerminkan hati yg tidak tenang
kurangnya iman akan membuat jiwa kita rapuh dan kurang percaya diri

Ketenangan jiwa adalah suatu anugerah Allah swt yang sangat berharga. Banyak manusia yang merindukanya, namun sedikit sekali yang dapat memperolehnya. Hal ini disebabkan banyak manusia lupa pada penciptanya, lupa pada Dzat yang memberi kebahagiaan. Ketenangan jiwa adalah suatu anugerah Allah swt yang sangat berharga. Dalam mencari kebahagiaan manusiapun beragam dalam prosesnya.

Mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit, bagi mereka yg terlalu bernafsu. Namun mudah, bagi mereka yang tahu apa yg mereka cari.Kita mungkin dapt mencarinya dengan menerjang kesana kemari, menabrak sana sini, atau mungkin menerobos sana sini untk mendapatkanya. Kita dapat saja mengejarnya dengan berlari kencang, keseluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang kita dapat kita santap setelah mendapatkanya.

Kebahagiaan tidak bisa di dapat dg cara seperti itu. Bahagia bukanlah sesuatu yang dapat di genggam atau benda yg dapat disimpan. Bahagia layaknya udara dan kebahagiaan adalah aroma dari udara tsb. Bahagia itu ada di dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pergi pula kebahagiaan itu dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya, semakin jauh pula itu dari jangkauan.

Cobalah temukan kebahagiaan itu didalam hati. Biarkanlah rasa itu menetap, dan abadi dalam hati kita. Temukanlah kebahagiaan itu di setiap langkah yg kita lakukan. Dalam bekerja, dlam belajar, dan dalam menjalani hidup. Dalam sedih maupun gmbira. Temukanlah bahagia itu perlahan, dengan tenang, dan dengan ketulusan hati.

Sebagai orang beriman, seseorang harus senantiasa meng-agungkan Allah Azza wa jalla, takut dan berharap hanya kepada Nya semata, dan merasa malu bila mengabaikanNya. Seorang mukmin tidak boleh kendor dari tingkatan iman yang telah dicapainya, meski intensitas keimanan seseorang amat ditentukan oleh tingkat kekuatan iman yang dimiliki. Terabaikannya hal-hal tersebut dalam sholat, dapat disebabkan oleh kekacauan pikiran, perhatian yang terpecah, hilangnya jiwa dalam munajat, dan lalai dalam sholat. Oleh karena itu aktivitas mental yang acak yang akan mengganggu sholat sedapat mungkin harus diatasi, sehingga ketenangan hati selalu terjaga dalam setiap sholat. Untuk menghilangkan gejala tersebut, kita harus mencari penyebabnya, karenanya marilah kita cari di mana letak penyebabnya. Pikiran sesat memang dapat disebabkan oleh hal-hal yang bersifat lahiriah, ataupun hal-hal yang bersifat batiniah. Sebab-sebab batiniah (internal) merupakan suatu persoalan yang lebih serius dan untuk mengatasinya memang lebih sulit. Barangsiapa pikirannya bercabang-cabang pada persoalan duniawiah, niscaya akan melayang-layang ke mana-mana. Menutup mata sekalipun tidak akan membantu memecahkan persoalan, karena sumber gangguan sudah ada di dalam diri. Maka cara untuk mengatasi gangguan tersebut adalah dengan memahami makna bacaan sholat, kemudian berusaha memusatkan perhatian pada makna tersebut, seraya mengusir pikiran lain. Akan sangat bermanfaat apabila sebelum takbiratul ihram melakukan beberapa persiapan, yaitu dengan memperbarui ingatan akan kemungkinan datangnya hari akhirat, dengan menyadari bahwa dirinya akan mermunajat kepada Allah Azza wa jalla, Dzat Yang Maha Perkasa. Tak kalah pentingnya, apabila sebelum takbiratul ihram kita mengosongkan hati dan pikiran dari segala sesuatu yang mengganggu, serta membebaskan diri daripadanya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: